PAREPARE_-Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Parepare meluncurkan inovasi berbasis Web Based yang dinamai Sistem Pemberian Izin/Rekomendasi Penelitian (SINDALI). Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka mengatakan, aplikasi terobosan Bappeda tersebut sudah diuji coba dan telah disosialisasikan ke sejumlah Perguruan Tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare, Akademi Kebidanan (AKBID), dan Akademi Keperawatan (AKPER) Fatimah.

“Aplikasi SINDALI terobosan Bappeda Parepare ini bisa diakses melalui android dan telah efektif diterapkan, bahkan beberapa Perguruan Tinggi telah memanfaatkannya karena sangat memberi kemudahan,” terang Hamka. Hal ini dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Litbang Bappeda, Siti Rahmah, Rabu, (21/11/2018). Menurutnya, melalui aplikasi SINDALI, para peneliti tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor Bappeda untuk melakukan pengurusan izin penelitian. Cukup dengan mengakses web based di https://sindali.pareparekota.go.id, para Peneliti dapat melakukan registrasi, dan penginputan data.

Dengan demikian lanjut Istri Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir ini, pemanfaatan aplikasi tersebut dapat memangkas durasi atau waktu penerbitan izin, dari 30 menit menjadi 17 menit. “Sebelum pemanfaatan SINDALI, sering terjadi human error dari sistem manual yang diakibatkan kesalahan penginputan oleh staf kami, sementara di SINDALI, para peneliti menginput sendiri sehingga kemungkinan kecil ada kesalahan atau human error. Para peneliti juga bisa melihat langsung tahapannya, dan pada hari itu sudah langsung selesai, jadi sangat efektif dan tidak menguras waktu,” detail St Rahmah.